Pesona alam, budaya, dan karya dari jantung Mentawai, di sebuah desa yang masih menjaga salah satu kebudayaan tertua di Nusantara.
Pulau Siberut, tempat Muara Sikabaluan berada, terpisah dari daratan utama Sumatra dan ditetapkan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO. Keterasingannya bukan kekurangan, melainkan yang menjaga alam dan budayanya tetap utuh.
Pulau Siberut ditetapkan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO karena kekayaan hayati dan budayanya.Alam yang dijaga menyisakan keindahan yang jarang ditemukan wisatawan.
Titi, sebutan untuk tato Mentawai, diyakini sebagai salah satu tradisi tato tertua di dunia. Motifnya terinspirasi dari alam: pohon, hewan, dan aliran sungai.
Tradisi yang sama hidup di rumah panggung Uma, tempat beberapa keluarga tinggal bersama, dan di tangan Sikerei, sang tabib yang menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
Kenali lebih jauhSetiap karya di sini adalah kelanjutan tangan warga yang menjaga tradisi tetap hidup.
Ingin tahu lebih lanjut tentang wisata, penginapan, atau pemandu lokal? Hubungi pengelola desa langsung.